MAKALAH
Sistem pengendalian manajemen
Perencanaan
Stratejik dan Kasus Emerson Electrik
Company
Disusun untuk memenuhi tugas
Mata Kuliah Sistem Pengendalian Manajemen
Dosen:
WIDARYANTI,
SE, MSi. AKt
Disusun oleh:
|
M. Nur Salam
|
B01. 11. 0017
|
|
Sarpan
|
B01. 11. 0020
|
|
Miftakhul
Janah
|
B01. 11. 0016
|
|
Tissa Dyah P.
|
B01. 11. 0025
|
PROGAM STUDI AKUTANSI
SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI PELITA NUSANTARA
SEMARANG
2014
BAB
I
PEMBAHASAN
1.1
Sifat Perencanaan Stratejik
Kebanyakan
manajer yang kompeten menghabiskan banyak waktu untuk memikirkan masa depan
perusahaan. Hasilnya bisa berupa pernyataan yang informasi mengenai arahan yang
akan diambil organisasi dimasa datang, atau berup pernyataan formal mengenai
rencana yang spesifik untuk mencapai
tujuan masa datang tersebut. Pernyataan rencana formal semacam itulah yang
disebut rencana stratejis, dan proses serta revisi pernyataan ini disebut
perencanaan strategis (di tempat lain disebut perencanaan jangka panjang dan
pemograman). Perencanaan strategis adalah proses memutuskan progam-progam yang
akan diambil organisasi dan perkiraan jumlah sumber daya yang diaolokasikan
untuk masing-masing progam selama beberapa tahun ke depan.
1.1.1
Hubungan terhadap Formulasi Strategi
Kami menggambarkan perbedaan antara
dua proses manajemen formulasi strategi dan perencanaan strategik. Kata
“stratejik” atau strategi”digunakan dalam kedua istilah diatas, ada kemungkinan
terjadi keraguan. Perbedaannya yaitu formulasi stertegi adalah proses
menentukan strategi-strategi baru, sementara perencanaan stratejik adalah
proses menentukan cara melaksanakan strategi tersebut. Dalam proses formulasi
strategi, pihak manajemen menetukan tujuan organisasi dan menciptakan
strategi-strategi utama untuk mencapai tujuan tersebut.
Perencanaan stratejik itu sistematis,
ada proses perencanaan strategi tahunan, dengan prosedur dan jadwal tertentu.
Formulasi strategi itu tidak sistematis. Strategi-strategi yang ada diuji
kembali sebagai respons terhadap kesempatan atau ancaman baru. Kemudian,
idealnya, inisiatif stratejik yang mungkin dapat muncul kapanpun dari siapa pun
dalam organisasi.
1.1.2
Evaluasi Perencanaan Stratejik
Limapuluh tahun lalu proses
perencanaan stratejik pada kebanyakan organisasi tidaklah sistematis. Jika
pihak manajemen menetukan rencana jangka panjang, biasanya tidak terkoordinasi.
Sedikit perusahaan memulai sistem rencana strategis formal pada akhir tahun
1950-an, namun kebanykan mengalami kegagalan, hanya sedikit adaptasi dengan
sistempersiapan anggaran yang ada.
Saat ini, banyak organisasi yang
memiliki manfaat dari membuat rencana untuk tiga atau lima tahun kedepan.
Praktik menyatakan rencana dalam dokumen formal, atau model, diterima secara
luas. Jumlah rincian biasanya kurang dari yangada pada rencana strategis tahun
1950-an.
1.1.3
Manfaat dan Keterbatasan Perencanaan Stratejik
Proses perencanaan stratejik formal
dapat memberi organisasi:
1. Kerangka
kerja untuk mengembangkan anggaran.
Anggaran
operasional dibuat untuk mengalokasikan sumber daya untuk tahun ke depan,
alokasi sumber daya ini penting dengan melihat apa yang akan dituju organisasi
untuk beberapa tahunn berikutnya. Rencana stratejik menyediakan kerangka yang
lebih luas. Jadi, manfaat penting dari persiapan rencana strategis adalah
terdapat formula untuk anggaran operasional yang efektif.
2. Alat
pengembangan manajemen.
Perencanaan
stratejik formal adalah alat pendidikan manajemen yang baik dan alat pelatihan
yang menghasilkan manajer dengan proses berfikir untuk strategi dan pelaksanaanya.
Tidaklah berlebihan untuk mengatakan bahwa dalam perencanaan stratejik formal,
prosesnya sendiri jauh lebih penting dari pada hasinya, yaitu dokumen rencana.
3. Mekanisme
yang memaksa manajemen berfikir jangka panjang.
Para
manajer cenderung lebih khawatir mengenai masalah-maslah taktis dan kesulitan
bisnis saat ini daripada memikirkan masa depan. Perencanaan strategis formal
memaksa para manajer menyisihkan waktu untuk berfikir mengenai maslah-maslah
jangka panjang.
|
Pilihan strategis A
|
|
Pilihan
strategis B
|
|
Pilihan
strategis C
|
|
Pilihan
strategis D
|
|
|
Gambar 1.1 Perusahaan tanpa proses perencanaan stratejik
|
|
Perencanaan
Strategi
|
Pilihan
|
Anggaran
|
|
|
|||
|
|
Strategis C
|
||
|
|
Gambar
1.2 Perusahaan dengan proses perencanaan stratejik
4. Alat
untuk mengukur para manajer dengan strategi korporasi.
Diskusi
dengan negoisasi yang terjadi selama proses perencanaan strategi korporasi,
menyatukan para manajer untuk satu strategi, dan mengukapkan implikasi dari
strategi korporasi untuk masing-masing manajer.
Keterbatasan.
Ada kesulitan atau keterbatasan potnsial terhadap perencanaan strategis
formal yaitu :
1. Selalu
ada bahaya bahwa perencanaan hanya akan menjadi isi formulir, pelaksanaan
birokrasi, tidak ada pemikiran strategis.
2. Bahwa
sebuah organisasi bisa saja membuat departemen perencanaan strategis yang
besar, namun mendelegasikan persiapan rencaa strategis pada staf departemenya,
sehingga menghilangan input dari manajemen serta sisi pendidikan di prioses
tersebut.
3. Perencanaan
strategis itu boros waktu dan biaya.
Rencana strategis
formal bermanfaat bagi organisasi yang memilki
karateristik sebagia berikut :
1. Manajemen
puncak yakin bahwa perencanaan strategis itu penting. Jika tidak, maka
perencanaan hanya jadi pekerjaan staf yang memiliki sedikitpengaruh pada
pengambilan keputusan yang sebenarnya.
2. Organisasi
tersebut relatif bear dan kompleks.
3. Ada
ketidakpastian yang cukup berarti di masa datang, namun organisasi tersebut
memilki fleksibelitas untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan yang berubah.
1.1.4
Stuktur dan Isi Progam
Pada kebnayakan organisasi
industrial, progamnya adalah produk atau keluarga produk, ditambah penelitian
dan pengembangan, aktivitas administratif dan namun, akuisisi terencana, atau
aktivitas lain yang tidak cocok dengan lini produk yang ada. Dalam organisasi
penjual jasa, progam-progamnya cenderung berkaitan dengan jenis jasa yang
diberikan suatu badan usaha. Pemerintah federal membagi progam-progamnya
menjadi 10 progam utama.
1.1.5
Hubungan Organisasi
Proses perencanaan stratejik
melibatkan manajer senior dan para manjer dari
unit bisnis atau pusat tanggung jawab utama, yang dibantu oleh stafnya.
Tujuan utamanya adalah memperbaiki komunukasi pusat dengan unit bisnis melalui
pemberian jadwal aktivitas agar seperangkat tujuan yang disusun dapat dicapai
bersama. Manajer dari suatu departemen biasanya tidal dilibatkan dalam proses
perencanaan stratejik.
1.2 Menganalisis Usulan Progam Baru
Usulan untuk suatu progam intinya
dapat berupa reaktif atau proaktif yang bisa muncul sebagai reaksi dari ancaman
seperti isu akan diluncurkannya pproduk baru oleh pesaing, atau sebagai isiatif
dari munculnya kesempatan baru. Karena keberasilan perusahaan tergantung pada
kemampuan untuk mencari dan melaksankan progamm baru dan karena gagasan untuk
itu bisa muncul dari mana saja, atmosfer diperlukan agar ide itu timbul serta
memperoleh tanggapan dari pihak manajemen.
1.2.1
Analisis Investasi Modal
Kebanyakan usulan membutuhkan modal
besar. Teknik untuk menganalisis usulan ini dapat dilakukan dengan cara :
a. Net
present volue dari proyek selisih dari nilai sekarang dari penerimaan kas dari
investasi yang ditanam.
b. Internal
rate of return yang menunjukan hubungan antara kas masuk dan kas keluar.
Setidaknya
ada empat alasan untuk tidak menggunakan teknik present volue dalam
menganalisis setiap usulan yaitu :
1. Sulan
tersebut jelas menarik tanpa harus dilakukan perhitungan dengan net present
volue. Pengembangan mesin baru yang mampu mengurangi biaya dengan besar,
misalnya, akan dianggap lunas dalam jangka waktu setahun.
2. Perkiraan
dalam usulan tersebut sangat tidak pasti sehingga perhitungan present volue
menjadi berguna seorang tidak dapat membuat kesimpulan yang baik dengan data
yang tidak dapat diandalkan.
3. Usulan
yag diajukan tidak dimasukan untuk peningkatan profitabilitas perusahaan.
Pendekatan present volue memiliki fungsi objektif yaitu untuk peningkatan laba,
namun banyak usulan yang disetujui karena mampu meningkatkan moral pegawai,
citra perusahaan, atau keselamatan
kerja.
4. Tidak
ada pilihan lain yang dapat diambil. Hukum mengenai lingkungan hidup, misalnya
memaksa perusahaan untuk menambah investasi baru.
1.2.1.1 Menghindari Manupulasi
Sponsor
yang mengetahui bahwa proyek mereka memilki net present volue negatif tidak
akan menyetujui meskipun ada firasat bahwa proyek tersebut sebaiknya
dilaksanakan. Pada beberapa kasus, mereka bisa saja membuat usulan mereka menjadi
menarik dengan menyesuaikan perkiraan aslinya sehingga persyaratan minimumnya
terpenuhi mungkin dengan membuat perkiraan penjualan yang optimis, atau dengam
membuang beberapa elemen biaya.
1.2.1.2 Model
Sebagai
tambahan bagi model anggaran modal yang mendasar, ada teknik tertentu, seperti
analisis risiko, analisis sensitivitas, simulasi, perencanaan skanario, teori
permainan, model penentuan harga opsi, dan analisis pohon keputusan. Beberapa
darinya terlalu sering digunakan, dan beberapa lagi merupakan nilai praktis.
Staf perencanaan sebaiknya diperkenalkan dengan metode-metode diatas dan
memanfaatkan jika data-data yang dibutuhkan tersedia.
1.2.2 Organisasi untuk Analisis
Sebuah
tim mungkin mengevaluasi usulan yang sangat besar dan oenting, dan memakan
waktu setahun lebih. Bahkan untuk usulan yang kecil, pertimbangan dalam diskusi
antar sponsor usulan dengan staf dari pusat sering terjadi. Eksekutif
fungsional dan lini mungkin saja membatalkan usulan penting sebelum sampai pada
direktur perusahaan.
Pada
bidang yang berkembang cepat saat ini, sistem ahli digantikan oleh perangkat
lunak komputer untuk menganalisis progam yang diajukan. Perngkat lunak tersebut
membolehkan anggota dalam tim penilai usulan untuk memilih, dan untuk
pemeringkatan, tiap kriteria digunakan untuk menilai suatu sobjek.
1.3
Menganalisis Progam yang sedang Berjalan
Sejalan
dengan pengembangan progam baru, banyak perusahaan memiliki cara yang
sistematis dalam menganalisis progam yang berjalan. Beberapa teknik analisis
mampu menolong proses ini.
1.3.1 Analisis Rantai Nilai
Rantai nilai bagi tiap perusahaan merupakan
seperangkat aktivitas terkait yang menciptakan nilai dari tiap baginya, mulai
dari memperoleh bahan mentah dasar untuk komponen pemasok sampai menghasilakn
produk siap pakai serta mengantarnya pada konsumen akhir.
Dari
persepektif perencanaan strategi, konsep rantai nilai mengarisbawahi tiga
bagian yaitu:
1. Keterkaitan
dengan pemasok.
Hubungan
dengan pemasok harus dijaga sehingga baik perusahaan maupun pemasoknya memperoleh
manfaatnya.mengambil keuntungan dari kesempatan ini dapat menurunkan biaya,
meningkatkan nilai atau kebudayaan secara dramatis.
2. Keterkaitan
dengan pelanggan.
Keterkaitan
dengan pelanggan sama pentingnya dengan pemasok. Ada banyak contoh di mana perusahaa
dan pelanggan sama-sama menikmati keuntungan dari hubungan ini.
3. Proses
terkait dalam rantai nilai perusahaan.
Analisis
rantai nilai secara eksplisit menunjukan fakta bahwa aktivitas yang
meningkatkan nilai produk perusahaan memilki staf saling tergantung.
|
Pemasoknya
pemasok
|
|
pemasok
|
|
perusahaan
|
Gambar
1.3 Peluang Peningkatan Laba Melalui
Keterkaitan dengan Pemasok
|
Perusahaan
|
|
Pelanggan
|
|
Langgananya
Pelanggan
|
Gambar
1.4 Peluang Peningkatan Laba Melalui
Keterkaitan
dengan Pelanggan
1.3.2 Activity Based Costing
Meningkatnya
komputerisasi dan otomatisasi dalam pabrik menimbulkan perubahan penting dalam
sistem untuk mengumpulkan dan memanfaatkan informasi mengenai biaya. Enam puluh
tahun yang lalu. Kebanyakan perusahaan mengalokasikan biaya overhead pada
produk dengan perhitungan biaya overhead tersebut berdasarkan janm atau dolar.
Saat ini, ada peningkatan jumlah perusahaan yang mehitung biaya untuk biaya
yang berhubungan dengan material terpisah dari biaya pabrikasi, dan mereka menghitung
biaya untuk masing-masing departemen, mesin atau sel yang terdiri dari
sekelompok mesin yang melaksanakan serangkaian kegiatan produksi yang
berkaitan.
Saat
ini, biaya buruh pada banyak perusahaan bukan hanya kurng penting, namun juga
dilihat sebagai biaya yang bervariasi menurut volume produksi. Biaya tidak
langsung kini menjadi bagian biaya yang dominan pada banyak perusahaan.
1.3.3 Penggunaan Informasi ABC
ABC,
ketika digunakan sebagai bagian proses perencanaan strategis, dapat memberikan
pandangan yang berguna. Contohnya, konsep yersebut menunjukan produk yang
komleks dengan banyak bagian terpisah yang memilikii desain dan biaya produksi
yang lebih tinggi daripada produk biasa, produk dengan volume yang lebih remdah
memiliki biaya yang lebih tinggi
daripada produk dengan volume yang tinggi, produk dengan banyak
penyesuaian dan banyk pengerjaan memiliki biaya lebih tinggi daripada yang
lainya. Informasi dari penyebab ini membuat perubahan pada kebijakan yang berkaitan
dengan ini penuh atau lini produksi terfokus, penetuan harga produk, keputusan
beli atau buat , keputusan bauran produksi, menambah atau mengurangi produk,
penghapusan aktivitas yang tidak menambah nilai, dan menekankan tatanan pabrik
yang lebih baik dan penyederhanaan desain produk.
1.4
Proses Perencanaan Stratejik
Pada perusahaan
yang beroperasi berdasarkan kalender, proses perencanaan stratejik di mulai
pada musim semi hingga musim gugur, sebelum persiapan dan anggaran tahunan.
Proses tesebut mencakup langkah-langkah berikut :
1. Tinjau
ulang dan perbarui rencana Stratejik
Langkah
pertama dalam proses perencanaan stratejik tahunan adalah meninjau ulang serta
mempengaruhi rencana strategis yang disetujui tahun lalu. Pengalaman nyata
untuk bulan-bulan awal dari tahun yang berjalan tergambar dalam laporan
akutansi, dan bisa disajikan acuan untuk mengestimasi selama setahun.
2. Ambil
asumsi dan panduan
Pembaruan rencana strategis menggabungkan
asumsi-asumsi yang luas seperti pertumbuhan produk domestik bruto, pergerakan
musiman, tingkat upah buruh, harga bahan mentah utama, tingkat bunga, harga
jual, kondisi pasar seperti tindakankompetitir, dan pengaruh peraturan
pemerintah di tiap negara di mana perusahaan beroperasi.
Pembaruan rencana stratejik memuat
implikasi pada penerimaan, pengeluaran dan arus kas dari fasilitas operasi yang
ada dan perubahan fasilitas seperti pembukaan pabrik baru, mengembangkan pabrik
yang ada, penutupan pabrik dan pemindahan fasilitas.
3. Penyusunan
pertama rencana stratejik
Rencana stratejik lengkap terdiri dari laporan
laba-rugi, persediaan, piutang, serta unsur dalam neraca, jumlah karyawan,
informasi kuantitatif mengenai penjualan dan produksi, pengeluaran untuk
bamgunan dan kepemilikan kapital yang lain, arus kas lain yang tidak lazim,
penilaian serta penyesuaian neratif. Angka-angka yang ada merupakan detai yang
dapat dipertimbangka kembali (meski tidak serinci pada anggaran tahunan) untuk
tahun depan dan seterusnya, dengan hanya ringkasan informasi untuk tahun
berikut.
4. Analisis
Pada banyak kasus, gabungan dari rencana unit bisnis
menunjukan celah perencanaan yaitu jumlah rencana individual tidak menambah
tujuan yang ingin di capai perusahaan. Hanaya ada tiga cara menutup celah
perencaanaan yaitu :
5. Penyusunan
kedua rencana stratejik
Analisis
dari susunan rencana awal mungkin membutuhkan revisi rencana dari unit bisnis
tertentu, namun hal tersebut akan menbawa perubahan pada asumsi dan panduan
yang memepengaruhi semua unit bisnis. Contohnya, penggabungan rencana bisa
membuat perusahaan kekurangan kas karena meningkatkan persediaan dan
pengeluarann modal yang tidak mampu ditanggung perusahaan. Jika demikian, maka
akan terjadi penundaan pengeluaran diseluruh perusahaan.
6. Tinjauan
akhir dan persetujuan
Rapat
para pegawai senior perusahaan biasanya membahas revisi rencana panjang lebar.
Rencana tersebut mungkinn juga dikemukakan pada rapat dewan direksi. Direktur
utama memberikan persetujuan akihir. Persetujuan harus dibuat sebelum dan pada
awal proses penyusunan anggaran, karena rencana stratejik merupakan masukan
penting pada proses tersebut.
BAB
II
KASUS
EMERSON ELECTRIC COMPANY
2.1
Latar Belakang Emerson Electric Company
Emerson Electrik
Company didirikan pada tahun 1890 sebagai produsen motor dan kipas. Tahun 1993
Emerson mencatatkan tahun ketiga puluh enam berturut-turut peningkatan laba per
saham. Dari penjualan sebesar $8,2 miliar, perusahaan yang bermarkas di St. Louis
ini melaporkan laba sebesar $708 juta selama tahun 1993.
Emerson
adalah produsen peralatan elektris domestik utama. Perusahaan ini memproduksi
sebagai jenis alat elektrik, elegtromekanis, serta produk elektronik untuk
industri dan konsumen akir. Nama-nama bermerek termasuk Fisher Cotrol Values,
skil, Dremel, dan pembangkitt tenaga Craftsman, pembuangan air In-Sint-Erator,
Kompresor Copleand.
Selama
taun 1980-an, perusahaan lebihmempertahnkan neraca yang sangat konservatif
daripada menggunakan leverage. Pihak manajemen puncak merasa ini adalah senjata
yang sangat kompetitif karena adafleksibilitas untuk meminjam ketika ada
investasi usaha yang menarik. Pada saat resesi ekonomi tahun 1990-an, Emerson,
tidak seperti sejumlah perusahaan, yang tidak dibebani utang besar dan
pembayaran bunga.
2.2
Organisasi
Emerson
dibagi menjadi 40 divisi yang terdesentralisasi berisi lini produk yang
terpisah. Tiapa divisi dipimpin oleh seorang prestasi kerjanya adalah untuk
menjadi nomor satu atau dua pada pasar tiap lini produk. Perusahaan menolak
kelompok pendiri, sektor, atau kombinasi darii divisi yang lain, yang ditemukan
pada banyak perusahaan sampai tahun 1990-an, ketika Emerson membagi usahanya
menjad delapan bagian.
Staf
perusahaan pada tahun 1983 terdiri dari 311 orang. Sejumlah pada tahun 1975,
ketika perusahaan masih sepernam dari tingkat penjualan sekarang. Jumlah staf
dibiarkan sedikit karena pihak manajemen puncak merasa bahwa terlalu banyak
stafakan menimbulkan masalah untuk divisi. Untuk menciptakan komunkasi yang
terbuka serta interaksi antara setiap level pegawai, Emerson tidak mengumumkan
bagan organisasi.
2.3
Strategi Produsen dengan Biaya Terbaik
Pada
awal tahun 1980-an, perusahaan belum kompetetif secara global untuk semua lini
produk, dan kualitas yang dihasilkan belumlah sebanding dengan pesaing-pesaing
dari luar AS, terutama Jepang. Karenanya, manajemen puncak mengubah strategi
dari produsen berbiaya rendah menjadi produsen dengan biaya terbaik. Ada enam
elemen dari strategi ini.
1. Komitmen
terhadap kualitas total dan keputusan pelanggan.
2. Pengetahuan
akan pesaingan serta dasar yang digunakan untuk bersaing.
3. Strategi
perbaikan terfokus, bersaing dalam proses produksi di samping dalam desain
produk.
4. Komunikasi
dan keterlibatan karyawan secara efektif.
5. Formalisasi
progam pengurangan biaya, pada mas baikataupun buruk.
6. Komitmen
untuk mendukung strategi melalui penanaman modal.
Pada periode
tahun 1983 sampai tahun 1993, penanaman modal sebesar $1,8 milliar dibuat untuk
memperbaiki proses teknologi, meningkatkan produktivitas, menjadi produk
teratas, serta dukungan masa atas strategi biaya terbaik ini. Manajemen divisi
dan pabrik melaporkan kemajuan mereka tiap tiga bulan mengenai target penurunan
biaya mereka.
2.4
Proses Perencanaan
Tahun
fiskal Enerson dimulai tanggal 1 Oktober. Untuk memulai proses perencanaan,
pihak manajemen puncak menetapkan target pertumbuhan penjualan serta return
dari modal keseluruhan bagi tiapa divisi. Tiap tahun fiskal, dari November
sampai juli, CEO dan beberapa karyawan perusahaan bertemudengan manajemen dari
tiap divisi selam dua atau tiga hari. Knigt menghabiskan waktunya pada
konfrerensi ini. Rapat ini dirancang agar konforontatif untuk menguji asumsi
serta pemikiran konvensional.
Pada
tahun fiskal, presiden divisi dengan staf divisi bertemu dengan manajemen
puncak untuk menunjukan rincian ramalan untuk tahun mendatang dan memberikan
tinjauan keuangan atas kinerja aktual tahun yang berjalan dibandingkan dengan
ramalan, ramalan tersebut duharapkan sesuai dengan dat yang direncanakan pada
konfrensi, namun manajemen puncak juga menginginkan rencana dadakan untuk
beberapa aktivitas tingkat bawah. Seperangkat kegiatan untuk melindungi
profitabilitas pada tingkat penjualan yang lebih rendah juga dipersentasikan.
Inilah yang disebut rencana dadakan.
2.5
Laporan
Pada pertemuan
ini CEO mengguankan Presiden Operating Report (POR) untuk menilai kinerja
divisi. Tiap presiden divisi menyerahkan laporan tersebut pada POR. Sistem
laporan ini berbeda dari laporan anggaran pada perusahaan lain.
1. POR
berisi tiga kolom data waktu untuk waktu yang berjalan. Kolom yang ketiga
(ramakan) menunjukan rencana yang disetuji oleh presiden devisi dan manajemen
puncak perusahaan puncak perusahaan pad awal tahun fisal.
2. Selain
data tahun berjalan, POR juga mencatumkan hasil aktual tahun selamanya.
Manajemen puncak
perusahaan bertemu tiap kuarter dengan tiap presiden divisi serta kepala
keuanganya untuk membahas POR terbaru serta memantau kinerja keseluruhan
divisi. Rapat diadakan sangat serius, sehingga tiap penyimpanan dari ramalan
mendapat perhatian lebih.
2.6
Imbalan
Selama
satu tahun, tiap divisi menilai setiap kepala departemen dan manajer-manajer
tingkat atas terhadap kriteria kinerja tertentu. mereka yang memiliki potensi
tinggi ditawarkan sejumlah tugas untuk mengembangkan keterampilan mereka. SDM
diidentifikasikan sebagai bagian dari implementasi strategi. Selain itu , bagan
mengenai karyawan pada tiap tim manajemen disimpan dikantor pusat. Bagan
tersebut juga memuat foto, fungsi, pengalaman, dan jalur karir para manajer.
Sekitar 85 persen promosi melibatkan manajer internal.
2.7
Komunikasi
Manajemen puncak
sangat mendorong komunukasi terbuka. Presiden divisi dan manajer pabrik bertemu
secara teratur dengan tiap pegawai untuk membahas detail dari bisnis dan
persaingan. Sebagai ukuran dari komunukasi, manajemen puncak merasa tiap
karyawan harus bisa mnjawab empat pertanyaan inti mengenai jawabanya
1. Pengurangan
bahwa apa yang sedang anda lakukan?
2. Siapakah
pesaing?
3. Pernahkah
anda tapat dengan manajemen dalam enam bulan terakir?
4. Apakah
anda mngerti nilai ekonomi dari pekerjaan anda?
2.8
Kejadian Terakir
Sebagi
hasil investasi $2 miliar dalam teknologi selama 10 tahun terakir, tingkat
presentase penjualan produk baru meningkat 13 persen tahun1983 menjadi 24
persen tahun 1993. Produk baru diindentivikasikan sebagai produk yang
dikenalkan selam lima tahun tekir. Sekitar 87 persen dari total penjualan di AS
berasal dari produk yang memiliki posisi satu atau dua secara domestik.
Bagi
pengamat Well Street, sepertinya Emerson berusaha mengurangi ketergantungannya
pada pasokan produk jenis komoditas, seperti motor dan kutup, pada pemakai di
AS serta produsen alat-alat, dengan cara pindah ke pasar global yaang
berkembang pesat, seperti proses pengendalian. Setelah kondisi ekinomi membaik,
Emerson melanjutkan strategi akuisisi, dengan penekanan pada akuisisi di luar
negeri,, dan joint venture internasional.
Pengaruh
dari segmen bisnis yang sekarang dalam struktur organisasi pada perencanaan dan
pengendalian tindakan jelas. Tambahan lapisan manajemen antara manajer divisi
dengan manajemen puncak dapat mengubah hubungan antarr mereka yang sebelumnya.
Pertanyaan
1.
Evaluasi
strategi CEO Knight untuk Emerson Elekttric Company. Selain itu, evaluasi
sistem perencanaan dan pengendalian yang digambarkan kasus. Apakah hal itu
merupakan titik lemah atau kekutan?
2.
Apakah
perubahan, jika ada, yang ada sarankan pada CEO?
3.
Peran apa yang
harus dimainkan delapan segmen usaha Emerson dalam sistem perencanaan dan
pengendalian?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar